Saturday, March 23, 2019

Sesi Kedua


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

                                     Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
                                     Dosen         : Yuventia Prisca, S.Sos, M. Fil.



Membuat Pot dari Tanah Liat

A. Kaitan antara Keterampilan Membuat Pot dari Tanah Liat dengan Kewarganegaraan
     Menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil. Salah satunya dengan mengajak anak-anak SD untuk melihat proses membuat pot dari tanah liat secara manual. Dengan melihat dan mempraktekkan proses pembuatan pot yang sederhana, dapat mengasah kreativitas anak yang nantinya kreativitas tersebut akan dibutuhkan sebagai modal kehidupannya suatu hari nanti. Selain melatih kreativitas, membuat kerajinan tangan juga mengajarkan anak memaknai dan menghargai sebuah proses. Hal inilah yang nantinya penerus bangsa butuhkan yaitu menghargai berproses untuk menuju tujuan yang baik. Tujuan dari menghargai proses yaitu untuk menjauhkan pemikiran seseorang untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. 

B. Deskripsi Kegiatan
     Kegiatan sesi kedua ini berlangsung selama 90 menit.

1) Persiapan Kegiatan
    Tanggal 21 Maret 2019 merupakan pertemuan kami dalam pelaksanaan kegiatan Community Service di SD IMKA, Malang. Pada pertemuan kedua ini agenda kami yaitu mempraktekkan cara membuat pot dari tanah liat secara manual dan sederhana. Kami meyiapkan bahan berupa tanah liat sebagai bahan yang utama dan koran sebagai wadah agar ruang kelas tetap bersih. Kami juga meyediakan materi berupa video youtube untuk memperlihatkan cara membuat pot tembikar yang sesungguhnya. Karena kami membuatnya secara manual, yang membutuhkan waktu yang lama untuk membentuknya sebanyak 30 pcs hanya dengan 1 alat pemutarnya, maka kami menyiapkan pot tembikar yang sudah jadi untuk dipakai pada sesi berikutnya.

2) Pelaksana Kegiatan
    Pada proses pembuatan pot tanah liat ini diikuti sebanyak 30 siswa pada jam 13:00-14:00 WIB. Kami memutarkan video dari youtube sebagai acuan dalam membuat pot tembikar. Tetapi perbedaannya, kami tidak menggunakan alat untuk membentuk pot tersebut. Kami hanya membentuknya secara manual lalu dikeringkan di terik matahari. Pot tembikar ini baru benar-benar kering minimal 2 minggu setelah proses pembuatan. Maka dari itu, kami menyediakan pot tembikar yang sudah jadi.
Adapun mekanisme kegiatan sesi kedua ini yaitu:
  1. Kami membuka acara seminar, memperkenalkan akan melakukan kegiatan membuat pot gerabah. 
  2. Kami memperlihatkan video cara membuat pot gerabah.
  3. Kami menyiapkan alat dan bahan berupa tanah liat, air dan koran.
  4. Setelah pemakalah selesai mempraktekkan, kesempatan diberikan kepada siswa untuk mencoba   membuat pot gerabah. 
Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan sesi kedua, Kamis 21 Maret 2019:


3) Evaluasi Kegiatan
    Pada saat kegiatan, peserta sangat antusias untuk membuat pot dari tanah liat ini. Mereka mulai belajar untuk berproses dalam mencapai tujuan. Kami sebagai volunteer tentunya juga paham dan lebih bersabar dalam mengikuti proses untuk hasil yang diinginkan.

Berikut merupakan hasil evaluasi kegiatan sesi kedua:

C) Kesimpulan
     Dengan adanya keterampilan membuat pot ini, dapat membentuk pribadi anak yang memiliki daya cipta, karena mereka sebenarnya sedang belajar untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu. Hal ini sangat penting sebagai bekal untuk kehidupan mereka pada masa mendatang.
"Kita hanya bisa berencana dan berproses, tidak bisa harus langsung jadi dan itu bukan kesimpulan"- Miljan Radovic, Pelatih Persib.



Thursday, March 21, 2019

Sesi Pertama


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

                                     Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
                                     Dosen         : Yuventia Prisca, S.Sos, M. Fil




Pentingnya Peduli Terhadap Lingkungan

A. Kaitan antara Mengajarkan Anak Pentingnya Peduli terhadap Lingkungan dengan  Kewarganegaraan
     Semakin hari semakin banyak permasalahan yang harus dihadapi manusia apalagi tentang isu-isu lingkungan global yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Seperti pencemaran udara, krisis energi, krisis air, perubahan iklim, deforestrasi, kerusakan keanekaragaman hayati dan tata guna lahan. Isu ini merupakan isu yang sudah umum terjadi di Indonesia. Sebagai mahasiswa yang aware terhadap lingkungan, aksi nyata yang kami lakukan adalah dengan memberikan ilmu ke anak-anak usia dini ilmu mengenai pencegahan yang dapat kita lakukan bersama untuk menyelamatkan bumi kita lebih lama lagi. Melalui mata kuliah kewarganegaraan, kami sebagai mahasiswa sekaligus warga negara yang baik, dapat memberikan kontribusi nyata dengan mengadakan Community Service yang membahas tentang hal-hal kecil yang dapat membuat bumi kita hidup lebih lama lagi pada anak usia 6-12 tahun. Kenapa anak-anak? Karena jika anak-anak diajarkan hal-hal yang baik, maka ketika mereka tumbuh dewasa, kelak mereka akan punya rasa peduli terhadap lingkungan.

B. Deskripsi Kegiatan
     Kegiatan sesi pertama ini berlangsung di ruang kelas selama 90 menit.

1) Persiapan Kegiatan
    Tanggal 20 Maret 2019 merupakan sesi pertama kami melakukan kunjungan ke SD IMKA untuk melakukan sosialisasi mengenai kepekaan terhadap lingkungan dan hal apa yang dapat kita cegah bersama untuk bumi ini. Pada pertemuan pertama ini kami isi dengan penjelasan berupa presentasi dengan Power Point yang ditayangkan di ruang kelas melalui proyektor dan dikemas secara menarik melalui komik-komik dan animasi bergerak yang membahas tentang dampak buang sampah sembarangan, hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah, pentingnya berhemat listrik dan air serta pengenalan mengenai reduce, reuse dan recycle, dan kebaikan yang didapatkan jika rajin menaiki transportasi umum.

Berikut ini adalah contoh power point yang kami gunakan untuk presentasi:

2) Pelaksana Kegiatan
    Kegiatan presentasi ini kami lakukan secara bergantian, satu orang akan menjelaskan satu point secara bergantian dan membacakan cerita yang tampilkan di layar. Setiap anggota kelompok akan menjelaskan satu point selama 10 menit. Lalu anak-anak yang menjadi peserta di kegiatan ini akan diberikan hadiah berupa snack jika dapat menjawab pertanyaan yang kami berikan. Misalnya pertanyaan "Apa contoh dari reduce, reuse dan recycle". Kegiatan ini diikuti oleh kelas 1 SD sampai kelas 5 SD sebanyak 33 orang pada jam 13.00-14:30 WIB.

Berikut ini adalah hasil dokumentasi presentasi kelompok kami:


3) Evaluasi Kegiatan
     Selama kegiatan berlangsung, anak-anak memerhatikan presentasi kami dengan tenang dan penuh rasa keingintahuan yang tinggi. Sangat banyak anak yang berani untuk memberikan pendapat mereka mengenai penyebab banjir dan kerugian yang ditimbulkan jika membuang sampah sembarangan. Kami sebagai volunteer community service merasa bangga karena ternyata adik-adik kita sudah banyak yang mengerti penyebab isu-isu global dan semangat untuk berpartisipasi menjaga lingkungan. Kami sekelompok merasa bahwa kegiatan pada sesi pertama ini hasilnya sangat memuaskan karena partisipasi dari peserta kegiatan sangat aktif.

Berikut adalah hasil dari evaluasi kegiatan:


C. Kesimpulan
     Mengajari anak untuk turut berperan dalam melestarikan lingkungan memang tidak cukup dengan teori semata, yang paling penting adalah contoh konkret tindakan pelestarian lingkungan. Hal ini dapat ditanamkan melalui kegiatan community service yang membuktikan kami sebagai warga negara yang baik dapat memberikan dampak yang positif bagi penerus bangsa selanjutnya. Karena bukan tidak mungkin saat dewasa mereka akan turut serta dalam menyelamatkan lingkungan kita.