Saturday, May 11, 2019

Sesi Keenam


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaran
Dosen: Yuventia Prisca, S.Sos., M. Fil.


Bermain Game tentang Pengetahuan Tumbuh-tumbuhan

A. Kaitan antara Bermain Game tenyang Pengetahuan Tumbuh-tumbuhan dengan Kewarganegaraan
    Dalam perkembangan seorang anak, kehidupan anak-anak selalu dipenuhi oleh kegiatan bermain. Karena dalam batasan normal dan seimbang, permainan punya dampak positif untuk anak. Saat bermain, anak-anak secara langsung dapat melatih keseimbangan secara motorik, fokus, logika, pengenalan teknologi, kemampuan membaca, melatih kerjasama, stimulasi otak, mengembangkan imajinasi, mengurangi stress dan menimbulkan rasa bahagia. Jika anak bermain game secara seimbang, maka dampak positif juga akan menjadikan dirinya menjadi pribadi yang bermanfaat dalam kehidupan sebagai warga negara yang baik.

B. Deskripsi Kegiatan

1) Persiapan Kegiatan
    Sebelum kegiatan game ini dimulai, kami sebagai volunteer menyiapkan permainan yang berhubungan dengan pengetahuan lingkungan dan tumbuh-tumbuhan. Kami menyiapkan 4 handphone yang didalamnya sudah di unduh game kuis tebak nama buah & sayur. Kami menggunakaan aplikasi Fruiz.

2) Pelaksanaan Kegiatan
    Kegiatan ini adalah pertemuan yang ke-6, yang artinya ini adalah kegiatan terakhir kami bermain bersama mereka. Jadi kami ingin mengakiri kegiatan ini dengan cara yang fun. Sistem kerjanya yaitu kami membagi mereka menjadi 4 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 8 anak yang saling bekerja sama untuk menyelesaikan kuis di aplikasi untuk mengetikkan nama buah dengan benar secara bergantian dari pemain awal hingga akhir. Kelompok yang tercepatlah yang akan menang.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 siswa yang berlangsung di Aula SD Imka jam 13:00-14:30.

Berikut adalah hasil dokumentasi kegiatan kami:


3) Evaluasi Kegiatan
    Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Anak-anak sangat antusias dalam menjawab kuis ini. Karena semangat mereka yang berapi-api, kami sebagai volunteer keteteran dalam mengatur jalannya kuis ini. Ada kelompok yang mulai duluan karena terlalu semangat dan ada juga kelompok yang mulainya lama karena tidak mendengar aba-aba dari kami karena situasi kelas yang ribut untuk menyemangati teman mereka yang mengikuti game ini.

Berikut adalah hasil evaluasi kegiatan kami:

C. Kesimpulan
     Selesai sudah tugas kami sebagai volunteer yang bertanggung jawab untuk memberikan kegiatan sosial yang bermanfaat, karena sebenarnya ini juga adalah tugas kami untuk berbagi kebahagiaan sebagai warga negara yang baik. Harapan kami untuk adik-adik SD Imka yaitu agar mereka bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan agar Bumi ini dapat bertahan lebih lama lagi. Karena mereka nantinya yang akan meneruskan hal-hal baik untuk kelangsungan bumi ini.

Terima kasih banyak SD Imka! You guys rock it!








Sesi Kelima


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
Dosen: Yuventia Prisca, S.Sos., M. Fil.


Dampak Positif Menjaga Lingkungan


A. Kaitan antara Mengajarkan Anak mengenai Dampak Positif Menjaga Lingkungan dengan Kewarganegaraan
     Kita sadar nggak? saat ini kerusakan lingkungan terutama di negeri kita, Indonesia semakin hari semakin parah? sebagian besar dampak yang kita rasakan karena ulah kita sendiri sebagai manusia. Mulai dari banjir, polusi, kekeringan, perburuan hewan langka, laut kita yang kotor. Apa yang kita perlukan untuk mengurangi itu semua? Sebenarnya kita butuh satu, kesadaran. Kesadaran akan apa yang selama ini kita lakukan ternyata memberikan dampak yang sangat buruk bagi tempat tinggal kita. Jadi misi kami dalam melakukan kegiatan sosial ini yaitu untuk meningkatkan kepedulian anak usia dini agar mereka sadar dengan apa yang sedang terjadi di bumi ini dan dampaknya akan lebih buruk ketika mereka beranjak dewasa jika aksi nyata untuk lingkungan masih minim dijalankan.

B. Deskripsi Kegiatan

1) Persiapan Kegiatan
    Sebelum kegiatan dimulai, kami menyiapkan materi berupa video yang diambil dari youtube yang menekankan pada lagu yang easy listening bagi anak-anak agar makna yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Kami menggunakan speaker serta laptop untuk memperdengarkan lagunya. Dalam hal ini, yang kami tekankan adalah lagu dan musiknya agar dapat diserap oleh anak-anak.

2) Pelaksanaan Kegiatan
    Kegiatan ini berlangsung di Aula sekolah, pada jam 13:00 hingga 14:30 yang diikuti sebanyak 28 anak. Kami memutarkan lagu yang bertemakan Jaga Lingkungan. Berikut lagu yang kami tampilkan kepada anak-anak:

Lagu Jaga Lingkungan - Lagu ini sangat easy listening karena musik dan liriknya yang berulang, sehingga penyampaian maknanya mudah dimengerti
Animasi Dampak Buruk Membuang Sampah - Animasi ini merupakan layanan masyarakat yang ditujukan untuk anak-anak.

Pada saat kegiatan dimulai, kami memutarkan lagu jaga lingkungan sebanyak dua kali di awal dan diikuti oleh anak-anak untuk bernyanyi bersama. Setelah itu, kami memutar video mengenai dampak jika kita masih belum peduli terhadap lingkungan. Dan kami menjelaskan bagaimana cara untuk menerapkan pola hidup bersih untuk menciptakan pola hidup yang sehat.
Untuk penerapan cara hidup yang bersih dan sehat, kami memakai materi dari Kompasiana yaitu;
Cara menerapkan lingkungan yang bersih dan sehat

Berikut adalah dokumentasi kegiatan:

3) Evaluasi Kegiatan
    Selama kegiatan berlangsung, anak-anak antusias dalam menyanyikan bersama lagu yang kami putarkan. Tetapi dalam penyampaian materi, kelas mulai tidak kondusif, karena yang menyampaikan materi kurang menarik perhatian anak-anak. Apalagi ada anggota kami yang berhalangan hadir, yaitu Rosantika Fitri karena sedang di luar kota. Sedangkan anak-anak dapat menyimak materi dengan baik apabila kak Tika hadir ;') Jadi cara kami mengatasinya yaitu dengan membiarkan anak-anak memilih video yang ingin mereka lihat tetapi tetap berhubungan dengan materi yang kami sampaikan, yaitu yang bertemakan lingkungan.

Berikut adalah hasil evaluasi dari kami:

C. Kesimpulan
     Dengan adanya kegiatan ini, kami harap anak-anak dapat mengetahui hal-hal apa saja yang akan menjadi kemungkinan untuk terjadi jika lingkungan tidak bersih. Seperti banjir yang menimbulkan penyakit DBD, Diare, dan penyakit lainnya. Jadi kami berharap anak-anak dapat menerapkan pola hidup yang sehat untuk Indonesia yang lebih baik.




Saturday, April 6, 2019

Sesi Keempat


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
Dosen: Yuventia Prisca, S.Sos., M. Fil.


Menanan Tanaman Hias

A. Kaitan antara Menanam Tanaman Hias dengan Kewarganegaraan
     Kegiatan menanam merupakan hal sederhana yang bisa dilakukan dirumah, tetapi punya dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak, yaitu berpengaruh meningkatkan motorik anak karena mendorong semua indra untuk bergerak, selain itu kecerdasan naturalistik serta dapat menumbuhkan cinta terhadap alam, menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk merawat tanaman agar tetap hidup, meningkatkan kepedulian akan makhluk hidup disekitarnya. Nah dampak kegiatan ini nantinya diharapkan dapat membentuk mereka menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan.

B. Deskripsi Kegaiatan

1) Persiapan Kegiatan
    Sebelum kegiatan dimulai, kami ber-enam sebagai volunteer membawa pot yang telah dilukis dan dikeringkan dan juga bibit tanaman hias berwarna ungu dan hijau beserta media tanamnya. Kami juga menyiapkan sabun untuk membersihkan tangan mereka yang kotor karena media tanam.

2) Pelaksanaan Kegiatan
    Kegiatan menanam ini berlangsung di lapangan sekolah pada jam 13:00-14:30 dan diikuti sebanyak 35 siswa kelas 1-5 SD. Sebelum memulai menanam, kami memberikan penjelasan dan mencontohkan cara menanam dengan benar melalui referensi google. Kami menjelaskan bahwa tahap pertama yang dilakukan adalah dengan mengisi pot dengan media tanam setengah pot lalu diisi dengan bibit. Setelah itu tambahkan media tanam hingga pot tersebut penuh. Kami juga menjelaskan jika setelah ditanam, media tanamnya jangan di press untuk menghindari air menggenang di dalam pot. Setelah kegiatan selesai kami masih memliki tanggung jawab untuk membersihkan tangan mereka menggunakan sabun dan membersihkan kembali lapangan seperti semula.

Berikut merupakan dokumentasi kegiatan kami:

3) Evaluasi Kegiatan
    Pada saat kegiatan berlangsung, mereka sangat antusias bahkan meminta potnya untuk dibawa pulang, tetapi pihak sekolah ingin jika tanaman yang sudah ditanam dipajang di jendela setiap kelas. Setelah kegiatan berlangsung, kami membersihkan kembali lapangan bersama anak-anak.

Berikut adalah hasil evaluasi kegiatan kami:


C. Kesimpulan
     Kami sebagai volunteer berharap dengan adanya kegiatan menanam ini dapat membuat kami dan mereka (peserta kegiatan) dapat benar-benar peduli terhadap lingkungan, dan punya rasa tanggung jawab untuk memelihara karena tanaman juga adalah makhluk yang hidup dan bermanfaat buat kita semua.



Friday, April 5, 2019

Sesi Ketiga


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang


Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
Dosen: Yuventia Prisca, S.Sos., M. Fil.


Menghias Pot Gerabah dengan Melukis

A. Kaitan antara Menghias Pot Gerabah dengan Kewarganegaraan
     Keterampilan kali ini yaitu pembelajaran mengenai menghias pot gerabah dengan cara dilukis menggunakan cat akrilik. Dengan memberikan keterampilan melukis, anak-anak dapat mengekspresikan dirinya sesuai yang mereka inginkan juga dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasinya, melatih kesabaran untuk mencapai hasil yang baik dan juga yang terpenting mereka dapat menghargai karya orang lain. Hal-hal inilah yang akan membentuk karakter mereka menjadi anak yang dapat membuat Indonesia lebih maju.

B. Deskripsi Kegiatan
     Kegiatan ini berlangsung selama 120 menit.

1) Persiapan Kegiatan
    Pada tanggal 03 April 2019 merupakan pertemuan ketiga kami dengan anak-anak di SD IMKA, Malang. Kami mempersiapkan alat dan bahan berupa pot gerabah yang telah jadi serta kuas, masing-masing sebanyak 35 pieces dengan berbagai macam ukuran, koran untuk menghindari cat kemana-mana, tissu dan penghilang cat (thinner). Kami semaksimal mungkin menghindari penggunaan thinner ini atas dasar khawatir jika terkena kulit anak-anak.

2) Pelaksanaan Kegiatan
    Saat proses melukis ini, kami membentuk mereka menjadi lima kelompok yang setiap kelompoknya akan didampingi oleh satu volunteer dan mereka juga akan dibedakan kelompoknya dari teman dekatnya karena khawatir jika mereka akan iseng menempelkan kuas berisi cat ke baju temannya. Kegiatan ini berlangsung pada jam 13:00-15:00. Lebih 30 menit dari yang direncanakan karena anak-anak ini sangat fokus dalam melukis sehingga gurunya juga memberikan izinnya karena waktunya juga sudah mendekati jam pulang sekolah. Setelah dilukis, kami menjemurnya di bawah terik matahari selama satu jam yaitu sampai 16:00. Walaupun belum kering sempurna, tetapi kami bisa membawanya pulang dengan dilapisi koran untuk dikeringkan kembali.

Berikut adalah hasil dokumentasi keterampilan menghias pot:


3) Evaluasi Kegiatan
    Pada saat kegiatan berlangsung, anak-anak sangat antusias dalam melukis pot. Ada anak yang menulis nama mereka dengan berbagai macam warna, menggambar logo club bola kesayangan mereka, Arema, bahkan ada juga yang mengkombinasikan berbagai macam warna hingga akhirnya menjadi warna cokelat seperti warna pot aslinya lalu minta pot yang baru, hehe. Bukan hanya itu, karena mereka sangat antusias, ada enam anak yang baju dan celananya terkena cat. Kami sebagai volunteer tentunya punya kewajiban untuk bertanggung jawab mengembalikan keadaan seperti semula, kami mengatasinya dengan memberikan sedikit thinner lalu ditimpa dengan air bersih.

Berikut adalah hasil evaluasi kelompok kami:


C. Kesimpulan
     Dari adanya keterampilan ini, kami harap anak-anak akan dapat mengekspresikan dirinya, menghargai suatu proses dan bersabar untuk tujuan yang baik, serta dapat menjadi pribadi yang dapat menghargai karya orang lain karena itu merupakan ekspresi dari masing-masing orang. Kami sebagai volunteer juga mengemban tanggung jawab untuk mengembalikan keadaan kelas seperti semula dengan membersihkannya setelah selesai. Karena prinsip kami yaitu, "Datang bersih, tinggalkan juga dengan bersih."
    





Saturday, March 23, 2019

Sesi Kedua


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

                                     Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
                                     Dosen         : Yuventia Prisca, S.Sos, M. Fil.



Membuat Pot dari Tanah Liat

A. Kaitan antara Keterampilan Membuat Pot dari Tanah Liat dengan Kewarganegaraan
     Menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil. Salah satunya dengan mengajak anak-anak SD untuk melihat proses membuat pot dari tanah liat secara manual. Dengan melihat dan mempraktekkan proses pembuatan pot yang sederhana, dapat mengasah kreativitas anak yang nantinya kreativitas tersebut akan dibutuhkan sebagai modal kehidupannya suatu hari nanti. Selain melatih kreativitas, membuat kerajinan tangan juga mengajarkan anak memaknai dan menghargai sebuah proses. Hal inilah yang nantinya penerus bangsa butuhkan yaitu menghargai berproses untuk menuju tujuan yang baik. Tujuan dari menghargai proses yaitu untuk menjauhkan pemikiran seseorang untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. 

B. Deskripsi Kegiatan
     Kegiatan sesi kedua ini berlangsung selama 90 menit.

1) Persiapan Kegiatan
    Tanggal 21 Maret 2019 merupakan pertemuan kami dalam pelaksanaan kegiatan Community Service di SD IMKA, Malang. Pada pertemuan kedua ini agenda kami yaitu mempraktekkan cara membuat pot dari tanah liat secara manual dan sederhana. Kami meyiapkan bahan berupa tanah liat sebagai bahan yang utama dan koran sebagai wadah agar ruang kelas tetap bersih. Kami juga meyediakan materi berupa video youtube untuk memperlihatkan cara membuat pot tembikar yang sesungguhnya. Karena kami membuatnya secara manual, yang membutuhkan waktu yang lama untuk membentuknya sebanyak 30 pcs hanya dengan 1 alat pemutarnya, maka kami menyiapkan pot tembikar yang sudah jadi untuk dipakai pada sesi berikutnya.

2) Pelaksana Kegiatan
    Pada proses pembuatan pot tanah liat ini diikuti sebanyak 30 siswa pada jam 13:00-14:00 WIB. Kami memutarkan video dari youtube sebagai acuan dalam membuat pot tembikar. Tetapi perbedaannya, kami tidak menggunakan alat untuk membentuk pot tersebut. Kami hanya membentuknya secara manual lalu dikeringkan di terik matahari. Pot tembikar ini baru benar-benar kering minimal 2 minggu setelah proses pembuatan. Maka dari itu, kami menyediakan pot tembikar yang sudah jadi.
Adapun mekanisme kegiatan sesi kedua ini yaitu:
  1. Kami membuka acara seminar, memperkenalkan akan melakukan kegiatan membuat pot gerabah. 
  2. Kami memperlihatkan video cara membuat pot gerabah.
  3. Kami menyiapkan alat dan bahan berupa tanah liat, air dan koran.
  4. Setelah pemakalah selesai mempraktekkan, kesempatan diberikan kepada siswa untuk mencoba   membuat pot gerabah. 
Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan sesi kedua, Kamis 21 Maret 2019:


3) Evaluasi Kegiatan
    Pada saat kegiatan, peserta sangat antusias untuk membuat pot dari tanah liat ini. Mereka mulai belajar untuk berproses dalam mencapai tujuan. Kami sebagai volunteer tentunya juga paham dan lebih bersabar dalam mengikuti proses untuk hasil yang diinginkan.

Berikut merupakan hasil evaluasi kegiatan sesi kedua:

C) Kesimpulan
     Dengan adanya keterampilan membuat pot ini, dapat membentuk pribadi anak yang memiliki daya cipta, karena mereka sebenarnya sedang belajar untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu. Hal ini sangat penting sebagai bekal untuk kehidupan mereka pada masa mendatang.
"Kita hanya bisa berencana dan berproses, tidak bisa harus langsung jadi dan itu bukan kesimpulan"- Miljan Radovic, Pelatih Persib.



Thursday, March 21, 2019

Sesi Pertama


Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang

                                     Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
                                     Dosen         : Yuventia Prisca, S.Sos, M. Fil




Pentingnya Peduli Terhadap Lingkungan

A. Kaitan antara Mengajarkan Anak Pentingnya Peduli terhadap Lingkungan dengan  Kewarganegaraan
     Semakin hari semakin banyak permasalahan yang harus dihadapi manusia apalagi tentang isu-isu lingkungan global yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Seperti pencemaran udara, krisis energi, krisis air, perubahan iklim, deforestrasi, kerusakan keanekaragaman hayati dan tata guna lahan. Isu ini merupakan isu yang sudah umum terjadi di Indonesia. Sebagai mahasiswa yang aware terhadap lingkungan, aksi nyata yang kami lakukan adalah dengan memberikan ilmu ke anak-anak usia dini ilmu mengenai pencegahan yang dapat kita lakukan bersama untuk menyelamatkan bumi kita lebih lama lagi. Melalui mata kuliah kewarganegaraan, kami sebagai mahasiswa sekaligus warga negara yang baik, dapat memberikan kontribusi nyata dengan mengadakan Community Service yang membahas tentang hal-hal kecil yang dapat membuat bumi kita hidup lebih lama lagi pada anak usia 6-12 tahun. Kenapa anak-anak? Karena jika anak-anak diajarkan hal-hal yang baik, maka ketika mereka tumbuh dewasa, kelak mereka akan punya rasa peduli terhadap lingkungan.

B. Deskripsi Kegiatan
     Kegiatan sesi pertama ini berlangsung di ruang kelas selama 90 menit.

1) Persiapan Kegiatan
    Tanggal 20 Maret 2019 merupakan sesi pertama kami melakukan kunjungan ke SD IMKA untuk melakukan sosialisasi mengenai kepekaan terhadap lingkungan dan hal apa yang dapat kita cegah bersama untuk bumi ini. Pada pertemuan pertama ini kami isi dengan penjelasan berupa presentasi dengan Power Point yang ditayangkan di ruang kelas melalui proyektor dan dikemas secara menarik melalui komik-komik dan animasi bergerak yang membahas tentang dampak buang sampah sembarangan, hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah, pentingnya berhemat listrik dan air serta pengenalan mengenai reduce, reuse dan recycle, dan kebaikan yang didapatkan jika rajin menaiki transportasi umum.

Berikut ini adalah contoh power point yang kami gunakan untuk presentasi:

2) Pelaksana Kegiatan
    Kegiatan presentasi ini kami lakukan secara bergantian, satu orang akan menjelaskan satu point secara bergantian dan membacakan cerita yang tampilkan di layar. Setiap anggota kelompok akan menjelaskan satu point selama 10 menit. Lalu anak-anak yang menjadi peserta di kegiatan ini akan diberikan hadiah berupa snack jika dapat menjawab pertanyaan yang kami berikan. Misalnya pertanyaan "Apa contoh dari reduce, reuse dan recycle". Kegiatan ini diikuti oleh kelas 1 SD sampai kelas 5 SD sebanyak 33 orang pada jam 13.00-14:30 WIB.

Berikut ini adalah hasil dokumentasi presentasi kelompok kami:


3) Evaluasi Kegiatan
     Selama kegiatan berlangsung, anak-anak memerhatikan presentasi kami dengan tenang dan penuh rasa keingintahuan yang tinggi. Sangat banyak anak yang berani untuk memberikan pendapat mereka mengenai penyebab banjir dan kerugian yang ditimbulkan jika membuang sampah sembarangan. Kami sebagai volunteer community service merasa bangga karena ternyata adik-adik kita sudah banyak yang mengerti penyebab isu-isu global dan semangat untuk berpartisipasi menjaga lingkungan. Kami sekelompok merasa bahwa kegiatan pada sesi pertama ini hasilnya sangat memuaskan karena partisipasi dari peserta kegiatan sangat aktif.

Berikut adalah hasil dari evaluasi kegiatan:


C. Kesimpulan
     Mengajari anak untuk turut berperan dalam melestarikan lingkungan memang tidak cukup dengan teori semata, yang paling penting adalah contoh konkret tindakan pelestarian lingkungan. Hal ini dapat ditanamkan melalui kegiatan community service yang membuktikan kami sebagai warga negara yang baik dapat memberikan dampak yang positif bagi penerus bangsa selanjutnya. Karena bukan tidak mungkin saat dewasa mereka akan turut serta dalam menyelamatkan lingkungan kita.