Pembelajaran Keterampilan Pembuatan Pot dan Menanam di SD IMKA, Malang
Mata Kuliah: Character Building Kewarganegaraan
Dosen : Yuventia Prisca, S.Sos, M. Fil.
Membuat Pot dari Tanah Liat
A. Kaitan antara Keterampilan Membuat Pot dari Tanah Liat dengan Kewarganegaraan
Menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil. Salah satunya dengan mengajak anak-anak SD untuk melihat proses membuat pot dari tanah liat secara manual. Dengan melihat dan mempraktekkan proses pembuatan pot yang sederhana, dapat mengasah kreativitas anak yang nantinya kreativitas tersebut akan dibutuhkan sebagai modal kehidupannya suatu hari nanti. Selain melatih kreativitas, membuat kerajinan tangan juga mengajarkan anak memaknai dan menghargai sebuah proses. Hal inilah yang nantinya penerus bangsa butuhkan yaitu menghargai berproses untuk menuju tujuan yang baik. Tujuan dari menghargai proses yaitu untuk menjauhkan pemikiran seseorang untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.
Menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil. Salah satunya dengan mengajak anak-anak SD untuk melihat proses membuat pot dari tanah liat secara manual. Dengan melihat dan mempraktekkan proses pembuatan pot yang sederhana, dapat mengasah kreativitas anak yang nantinya kreativitas tersebut akan dibutuhkan sebagai modal kehidupannya suatu hari nanti. Selain melatih kreativitas, membuat kerajinan tangan juga mengajarkan anak memaknai dan menghargai sebuah proses. Hal inilah yang nantinya penerus bangsa butuhkan yaitu menghargai berproses untuk menuju tujuan yang baik. Tujuan dari menghargai proses yaitu untuk menjauhkan pemikiran seseorang untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.
B. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan sesi kedua ini berlangsung selama 90 menit.
Kegiatan sesi kedua ini berlangsung selama 90 menit.
1) Persiapan Kegiatan
Tanggal 21 Maret 2019 merupakan pertemuan kami dalam pelaksanaan kegiatan Community Service di SD IMKA, Malang. Pada pertemuan kedua ini agenda kami yaitu mempraktekkan cara membuat pot dari tanah liat secara manual dan sederhana. Kami meyiapkan bahan berupa tanah liat sebagai bahan yang utama dan koran sebagai wadah agar ruang kelas tetap bersih. Kami juga meyediakan materi berupa video youtube untuk memperlihatkan cara membuat pot tembikar yang sesungguhnya. Karena kami membuatnya secara manual, yang membutuhkan waktu yang lama untuk membentuknya sebanyak 30 pcs hanya dengan 1 alat pemutarnya, maka kami menyiapkan pot tembikar yang sudah jadi untuk dipakai pada sesi berikutnya.
Tanggal 21 Maret 2019 merupakan pertemuan kami dalam pelaksanaan kegiatan Community Service di SD IMKA, Malang. Pada pertemuan kedua ini agenda kami yaitu mempraktekkan cara membuat pot dari tanah liat secara manual dan sederhana. Kami meyiapkan bahan berupa tanah liat sebagai bahan yang utama dan koran sebagai wadah agar ruang kelas tetap bersih. Kami juga meyediakan materi berupa video youtube untuk memperlihatkan cara membuat pot tembikar yang sesungguhnya. Karena kami membuatnya secara manual, yang membutuhkan waktu yang lama untuk membentuknya sebanyak 30 pcs hanya dengan 1 alat pemutarnya, maka kami menyiapkan pot tembikar yang sudah jadi untuk dipakai pada sesi berikutnya.
2) Pelaksana Kegiatan
Pada proses pembuatan pot tanah liat ini diikuti sebanyak 30 siswa pada jam 13:00-14:00 WIB. Kami memutarkan video dari youtube sebagai acuan dalam membuat pot tembikar. Tetapi perbedaannya, kami tidak menggunakan alat untuk membentuk pot tersebut. Kami hanya membentuknya secara manual lalu dikeringkan di terik matahari. Pot tembikar ini baru benar-benar kering minimal 2 minggu setelah proses pembuatan. Maka dari itu, kami menyediakan pot tembikar yang sudah jadi.
Adapun mekanisme kegiatan sesi kedua ini yaitu:
Pada proses pembuatan pot tanah liat ini diikuti sebanyak 30 siswa pada jam 13:00-14:00 WIB. Kami memutarkan video dari youtube sebagai acuan dalam membuat pot tembikar. Tetapi perbedaannya, kami tidak menggunakan alat untuk membentuk pot tersebut. Kami hanya membentuknya secara manual lalu dikeringkan di terik matahari. Pot tembikar ini baru benar-benar kering minimal 2 minggu setelah proses pembuatan. Maka dari itu, kami menyediakan pot tembikar yang sudah jadi.
Adapun mekanisme kegiatan sesi kedua ini yaitu:
- Kami membuka acara seminar, memperkenalkan akan melakukan kegiatan membuat pot gerabah.
- Kami memperlihatkan video cara membuat pot gerabah.
- Kami menyiapkan alat dan bahan berupa tanah liat, air dan koran.
- Setelah pemakalah selesai mempraktekkan, kesempatan diberikan kepada siswa untuk mencoba membuat pot gerabah.
Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan sesi kedua, Kamis 21 Maret 2019:
3) Evaluasi Kegiatan
Pada saat kegiatan, peserta sangat antusias untuk membuat pot dari tanah liat ini. Mereka mulai belajar untuk berproses dalam mencapai tujuan. Kami sebagai volunteer tentunya juga paham dan lebih bersabar dalam mengikuti proses untuk hasil yang diinginkan.
Berikut merupakan hasil evaluasi kegiatan sesi kedua:
Pada saat kegiatan, peserta sangat antusias untuk membuat pot dari tanah liat ini. Mereka mulai belajar untuk berproses dalam mencapai tujuan. Kami sebagai volunteer tentunya juga paham dan lebih bersabar dalam mengikuti proses untuk hasil yang diinginkan.
Berikut merupakan hasil evaluasi kegiatan sesi kedua:
C) Kesimpulan
Dengan adanya keterampilan membuat pot ini, dapat membentuk pribadi anak yang memiliki daya cipta, karena mereka sebenarnya sedang belajar untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu. Hal ini sangat penting sebagai bekal untuk kehidupan mereka pada masa mendatang.
"Kita hanya bisa berencana dan berproses, tidak bisa harus langsung jadi dan itu bukan kesimpulan"- Miljan Radovic, Pelatih Persib.
Dengan adanya keterampilan membuat pot ini, dapat membentuk pribadi anak yang memiliki daya cipta, karena mereka sebenarnya sedang belajar untuk berkreasi dan menciptakan sesuatu. Hal ini sangat penting sebagai bekal untuk kehidupan mereka pada masa mendatang.
"Kita hanya bisa berencana dan berproses, tidak bisa harus langsung jadi dan itu bukan kesimpulan"- Miljan Radovic, Pelatih Persib.






Halo teman-teman,
ReplyDeleteKegiatan 1 & 2 berjalan sangat baik. Bagusss!! Materi pertemuan pertama sangat padat dan bagus untuk menjelaskan problem lingkungan. Setiap anggota kelompok turut berpartisipasi menyampaikan materi presentasi. Lalu pada pertemuan kedua, idenya kreatif. Ada keterlibatan siswa untuk membentuk pot.
Semua tema kegiatan dapat berjalan lancar, juga berkat partisipasi anak-anak SD IMKA yang seru. Dokumentasi di dalam laporan ini bagus dan sangat jelas. Ini membantu saya memantau kegiatan kalian.
Selain itu bahasa tulisan dalam dua laporan ini berkualitas baik. Jaga kekompakan untuk kegiatan-kegiatan CS berikutnya. Terimakasih. -Yuventia Prisca-